Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Senin, 05 November 2012



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk individu yaitu manusia hanya bergelut dengan perasaannya sendiri sedang menurut makhuk sosial ia selalu mengdakan hubungan dengan manusia lainnya. Dalam kehidupannya manusia tidak akan bisa hidup sendiri karna ia tidk bi mnghasilkan/ memenuhi kebutuhan hidup sendiri tampa ada bantuan orang lain.

Rumusan Masalah
1.      Apa fungsi manusia sebagai makhluk individu?
2.      Apa saja peranan manusia sebagai makhluk sosial?

Batasan Masalah
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Alloh dengan sesempurna bentuk. Maka dalam peranan hidupnya manusia memiliki dua peranan yatu sebagai makhluk inividu dan sebagai makhluk sosial.

Tujuan
Makalah ini merupakn salah satu bentuk tugas terstruktur dalam matakuliah ilmu sosial budaya dasar (ISBD)
  
BAB II
PEMBAHASAN


A.     Manusia sebagai makhluk individu

Individu dalam konsep sosiologi berarti manusia perorangan  sebagai lawan dari manusia berkelompok. Yang dimaksut manusia perorangan bukanlah perorangan dalam jasmaniah tetapi dalam kerohanianya .[1]

Kehadiran individu dalam suatu masyarakat biasanya ditandai oleh perilaku individu dalam suatu masyarakat biasanya ditandai oleh perilaku individu yang berusaha  menempat kan dirinya dihadapan individu individu lainnya yang telah mempunyai pola perilaku sesuai dengan norma norma dan kebudayaan setempat merupakan bagiannya. Individu akan berusaha menurut koentjaraningrat unsur unsur kepriadian meliputi pengetahuan, persaan, dan dorongan naluri.

Unsur dorongan naluri tidak kalah pentingnya untuk di pahami. Dorogan naluri adalah sesuatu yang selalu ada pada setiap manusia atau dengan kata lain merupakan sumber bahwa darilahir dengn tampa memperoleh
pengetahuan apapun sebelumnya. Ada beberapa macam dorongan yang perlu diketahui yaitu :
1.      Dorongan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
2.      Dorongan sex
3.      Dorongan untuk mencari makan.
4.      Dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain.

5.      Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya.
6.      Dorongan untuk berbakti.
7.      Dorongan akan keindahan.
Kehadiran individu dalam suatu masyarakat biasanya ditandai dengan perilaku individu yang berusaha menempatkan dirinya dihadapan individu individu lainnya yang telah mempunyai pola pola perilaku yang sesuai denga norma norma dan kebudayaan ditempatnya.
Perkembangan Individu
Pekembanga manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumuhan dan perkembangan lahir dan batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyi ciri khas tersendiri. Perkembangan individu menjadi seorang pribadi tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya sendiri melainkan juga didukung dan ihambat oleh kelompok disekitarnya.
Menurut Mursid Sumaatmadja, kelengkapan dn keserasian anggota tubuh, ketajaman panca indra, susunan jaringan syaraf dan proses kerja hayat lainya. Besar pengaruhnya terhadap perkembangan potensi potensi seorang individu.[2]
Pada masa dewasanya manusia lebih banyak menghadapi masalah hidup yang tidak dapat dihadapi dengan insting atau kebiasaan kebiasaan saja. Manusiapun mempunyai insting tetapi manusia tidak semata mata dikuasai oleh insting. Manusia mempuyai kemampuan kemampuan yang dapat berkemang kesegalah arah untuk menyesuiakan diri dangan keadaan yang silih berganti. Manusia mempunyai bebagai pembawaan, kesadaran, perasaan, cita cita, pikiran dan sebagainya yang kesemaunya berpengaruh terhdap hidupnya.[3]


Teori Perkembangan
1.      Teori Navitisme (pembawaan)
Menurut Schopen Heur (Jerman) bahwa perkembangan itu semata mata ditentukan oleh sesuatu yang telah ada di dalam diri individu yang dibawa sejak lahir

2.      Teori Empirisme (pengalaman)
Menurut J. Locke (Inggris) bahwa perkemangan anak semata mata ditentukan oleh pengaruh pengaruh dari luar berdasarkan pendapat tersebut berarti :
·         Pembawaan kodrat (dasar, bakat, sifat sifat keturunan) dimiliki sejak lahir tidak diakui.
·         Peranan dari pembawaan, dasar, bakat tidak di akui

3.      Teori konvergensi (kerjasama peraduan)
Menurut W.stern (Jerman) bahwa perkembangan anak itu ditentukan oleh proses kerjasama atau perpaduan antara faktor faktor dalam dan fakor faktor luar.

4.      Teori Biogenetis (Teori ulangan)
Perkembangan suatu makhuk adalah ulangan dari pada perkembangan seluruh jenisnya.
Konsep Konsep perkembangan
1.      Konsepsi Asosiasi
Konsepsi  asosiasi ini berpendapat bahwa hakikatnya perkembangan manusia / individu merupakan proses asosiasi dimana bagian bagian lebih penting dari pada keseluruhan.
2.      Kosepsi Gestald
Konsepsi gestald ini berlawanan dengan konsepsi asosiasi, global dahulu baru bagian bagian. Konsepsi gestald ini mengatakan bahwa perkembangan itu adalah merupakan proses diferensiasi yaitu proses untuk memisah misahkan dan membedakan.
3.      Konsepsi Neo-gestald
Konsepsi ini menerangkan bahwa sturktur pribadi digambarkan terdiri dari lapisan dan makin besar anak, lapisan ini akan semakin bertambah.
4.      Konsepsi Sosiologis
Konsep ini menerangkan bahwa proses perkembangan seorang individu berasal dari proses sosialisasi.
5.      Konsepsi Freudianisme
Konsep ini menerangkan bahwa dorongan manusia pada mulanya berawal dari insting manusia itu sendidri yang belum mengenal batas dan menuntut terpenuhinya keinginan tersebut baik yang di benarkan oleh norma masyarakat atau tidak. Maka freud berpendapat bahwa pada dasarnya anak anak itu asosial. Maka anak itu dalam proses hidupnya individu. Mengalami perubahan dari anak anak, remaja, dan dewasa dengan adanya proses tersebut masyarakat membuat suatu aturan yang bisa mengatur hidup dalam bermasyarakat.

B.     Keluarga
Kelarga adalah unit/satuan masyarakat terecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.[4] Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari perhimpunan laki laki dan perempuan yang berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak anaknya. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan suatu kesatuan sosial yang terdiri dari suami istri dan anak anak yang belum dewasa.

Fungsi Keluarga
a.       Fungsi Hubungan Seksual
Mengenai fungsi seksual dalam keluarga dapat di kemukakan bahwa, privilage seksual yang diberikan kepada dua orang suami istri. Itu memperkokoh hubungan mereka didalam keluarga keluarga inti terseut di dalam melaksanakan fungi seksual dalam keluarga, tiap tiap masyarakat menyusun tata tertib berdasarkan atas nilai nilai sosial budaya dan faktor kebtuhan biologis.

b.      Fungsi Ekonomi
Untuk kegiatanhidupnya keluarga harus mengusahakan penghidupannya. Di dalam masyarakat yang sederhana, pembagian kerja dalam kerjasama ekonomi dilakukan antara anggota keluarga. Tugas anggota keluarga dan kerjasama ekonomi itu pada umumnya saling melengkapi. dan pembagian tugas serta pekerjaan yang di lakukan oleh anggota anggota keluarga seperti suami istri. Khususnya oleh para wanita pada umumnya lebih banyak ditentukan oleh faktor kebudayaan dari pada kondisi fisik maupun psikologi.

c.       Fungsi Reproduksi
Dorongan dasar dari manusia untuk melangsungkan kehidupan jenisnya menimbulkan basic needs untuk menimbulkan daya tarik seks, percintaan, pengorbanan menimbulkan seksual yang kemudian dapat menghasilkan keturunan.

d.      Fungsi Edukasi
Dari lingkungan keluarga tersebut anak belajar berbahasa, mengumpulkan pengertian pengertian dan menggunakan nilai nilai kebudayaan yang berlaku. Dia akan dibebankan dalam keluarga pada masa kanak kanak di sesuaikan dengan daya tangkap dan sifat sifat emosionalnya.

C.     Masyarakat
Menurut WJs. Poerwodarmato masyarakat adalah pergaulan hidup manusia dalam suatu tempat dengan ikatan ikatan dan aturan tertentu. Sedangkan menurut linton, masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu individu yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama. Dalam wakatu yang lama itu kelompok manusia yang belum terorganisasi mengalami proses fundamental yaitu adaptasi dan organisasi dari  tingkah laku dari anggota anggota.
Dapat disimpulkn bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang telah lama bertempat tinggal disuatau daerah tertentu dan mempunyai aturan yang mengatur tata hidup mereka untuk menuju kepeda tujuan yang sama.

Unsur Unsur Terbentknya Masyarakat :
1.      Harus ada kelompok (perkumpulan) manusia dan harus bayak jumlahnya dan bukan mengumpulkan binatang.
2.      Telah berjalan dalam waktu yang lama dan bertempat tinggal dalam daerah tertentu.
3.      Adanya aturan (undang undang) yang mengatur mereke bersama

Faktor Faktor Yang Mendorong Manusia Hidup Bersama :
1.      Adanya dorongan seksual yaitu dorongan manusia untuk mengembangkan keturunan atau jenisnya.
2.      Adanya kenyataan bahwa manusia itu adalah seibu tidak bisa atau sebegai makhluk lemah. Karena itu mendesak atau mencari kekuatan bersama yang terdapat dalam perserikatan dengan orang lain sehingga mereka berlindung bersama sama dan mengejar kebutuhan hidup sehari hari.

3.      Adanya kesamaan keturunan, kesamaan teritorial, kesamaan nasib, kesamaan keyakinan/cita cita serta kesamaan kebudayaan.[5]

Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat dapat di golongkan menjadi masyrakat sederhanadan masyarakat maju.

a.       Masysarakat Sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cendrung di bedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja menurut jenis
kelamin tampaknya ada latar belakang kelemahan dan kemampuan seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buas pada saat itu.

b.      Masyarakat Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial atau lebih akrab dengan organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang ingin di capai organisasi kemasyarakatan itu.
Dalam masyarakat maju dapat di kelompokkan menjadi masyarakat industri, dan non indutri.

·         Masyarakat industri
Pembagian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat sesuai dengan taraf pekembangannya.
Jika pembagian kerja bertambah kompleks suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan  antar kelompok masyarakat.

1.      Kelompok primer
Adalah kelompok yang ditandai ciri ciri saling mengenal antar anggota anggotanya serta kerja sama erat dan bersifat pribadi, sebagai salah satu    

hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi adalah peleburan indiviu individu dalam suatu kelompok sehingga tujujuan individu adalah tujuan kelompok.

2.      Kelompok Sekunder
Adalah kelompok yang tidak saling mengenal dalam hubungan secara langsung.

·         Masyarakat non indstri
1.      Kelompok primer
Dalam kelompok primer. Interaksi antar anggota terjalin lebih erat , akrab. Kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati, serta menjalankan idak secara paksa atau sesuai kepada kasadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar simpati dan secara sukarela.

2.      Kelompok sekunder
Para anggota menerima pembagian tugas atas dasar kemampuan dan keahlian tertentu. Hal hal semacam itu diperukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah diflot dalam program yang telah sama sama disepakati.
[1] sidi gazalba, kebudayaan sebagai ilmu. (Djakarta, pustaka Antara 1967) hal 105.
[2] H.M. Arifin Noor, Ilmu Sosial Dasar (Badung; cu. Putaka setia. 1997) hal 78-79
[3] Hartomo dan Anircun aziz. Ilmusosial dasar (Jakarta; Bumi Sksara. 1997) hal 61
[4] Arifin Noor op-cit  80
[5] Hartomo op-cit. Hal 95

BAB III

PENUTUP



Kesimpulan
Manusia adalah sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keteraduan antara perkembangan jasmani maupun rohani. Namun keluarga adalah sebagai suatu tempat untuk memenuhu hasrat  dan keinginannya baik secara biologis maupun psikis. Sedangkan masyarakat adalah suatu wadah bagi individu dan individu lainnya membentuk suatu sosialisasi atau hubungan yan lebih luas.


Daftar kepustakaan

1.       Gazalba, srdi. 1967. Kebudayaan sebagai ilmu.
Djakarta ; pustaka setia

2.       H. M. Arifin noor. 1997. Ilmu sosial dasar.
Bandung ; cv. Putaka setia

3.       Hartomo dan anircun aziz. 1997. Ilmu sosial dasar.
Jakarta ; Bumi aksara


0 komentar:

Poskan Komentar